BERSAMA MASYARAKAT NIAS BARAT SE-JABODETABEK, ATAS TERBENTUKNYA KABUPATEN NIAS BARAT
Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Allah, atas kesempatan yang diberikanNya bagi kita semua yang hadir ditempat ini, hanya karena rahmat dan anugerahNya saja kita bisa berkumpul bersekutu dan memuji Tuhan dalam acara Syukuran, Natal dan Tahun Baru masyarakat Nias Barat se-Jabodetabek, sebagaimana kita ikuti bersama.
Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Allah, atas kesempatan yang diberikanNya bagi kita semua yang hadir ditempat ini, hanya karena rahmat dan anugerahNya saja kita bisa berkumpul bersekutu dan memuji Tuhan dalam acara Syukuran, Natal dan Tahun Baru masyarakat Nias Barat se-Jabodetabek, sebagaimana kita ikuti bersama.
Pembentukan
Panitia Syukuran, Natal dan Tahun Baru ini, adalah merupakan dorongan
dan kerinduan dari masyarakat Nias Barat se-Jabodetabek dalam
mengungkapkan rasa terima kasih atas berkat dari Tuhan dengan telah
didengar dan dikabulkanNya doa, perjuangan seluruh masyarakat Nias Barat
dimanapun berada, sehingga BPP Kanisbar Perwakilan Jakarta
ber-inisiatif melaksanakan acara syukuran dimaksud maka pada tanggal 10
November 2008 dengan dihadiri beberapa komponen dan tokoh masyarakat
Nias Barat, jadi panitia bekerja mempersiapkan acara ini hanya dalam 1
bulan.
Karena masa-masa ini adalah masa
memasuki Natal serta akan memasuki pergantian tahun, maka acara syukuran
tersebut dilaksanakan dan dikaitkan dengan acara Natal & Tahun Baru
2008-2009.
Bapak/ibu, sdra/I yang terkasih dalam
Tuhan Yesus Kristus, sangatlah wajar bilamana kita semua dan secara
khusus masyarakat Nias Barat bersyukur dengan terbentuknya Kabupaten
Nias Barat melalui pengesahan UU Otonomi yang baru pada sidang Paripurna
DPR-RI bersama Pemerintah tanggal 29 Oktober 2008 yang lalu, Firman
Tuhan mengajar kita untuk bersuka cita, berdoa dan mengucap syukur,
sebagaimana ajakan Rasul Paullus kepada Jemaatnya di Tesalonika
“Bersukacitalah senantiasa, Tetaplah berdoa Dan Mengucap Syukurlah dalam
segala hal itulah yang dikehendaki Alalh bagi kamu (1 Tesalonika
5:18-20).
Cita-cita masyarakat Nias Barat (Aechula)
membentuk kota Nias Barat adalah suatu impian dan harpan seluruh
masyarakat Nias Barat yang telah melalui proses dan perjuangan panjang,
tahun 1950an pernah dicetuskan dan bilamana baru tahun 2008 ini baru
terwujud adalah waktu yang inda yang diberikan Tuhan kepada masyarakat
Nias Barat. Parose yang terjadi di tingkat pusat di tandai dengan
menjadi hak inisiatif DPR-RI Thn 2004 untuk membuat RUU dan kemudian
mengalami kevakuman dan tahun 2007 sekali lagi hak inisiatif DPR-RI
dalam RUU dan proses bergulir terus sampai di undangnya Daerah Otonomi
Baru tersebut.
Sidang Paripurna 29 Oktober DPRRI Pengesahan Kabupaten Nias Barat
Panitia yang selama ini terlibat melalui
Badan Persiapan Pemekaran (BPP-Kanisbar) di Nias, Medan dan Perwakilan
Jakarta adalah hanya kepanjangan dan penyambung lidah dari masyarakat
Nias Barat itu sendiri, demikian juga dalam kepanitiaan TIM FASILITASI,
kami hanya melanjutkan perjuangan tersebut untuk mewujudkan pemekaran
Nias yaitu Kanisbar, Kanira dan Kota Gunung Sitoli. Seluruh masyarakat
Nias Barat adalah bagian dalam perjuangan tersebut oleh karena Nias
Barat adalah milik semua masyarakat Nias Barat dan bukan milik satu
orang atau kelompok. Dalam mengenang perjuangan ini, maka saya ajak kita
semua untuk melihat lebih dalam dan terbuka bahwa banyak suka duka yang
kita alami, saya merasakan sendiri walau kadang-kadang ter-ekspresikan
dengan cara sendiri-sendiri dalam mewujudkan pemekaran tersebut. Oleh
karena itu, janganlah kita hanya melihat proses terakhirnya saja
misalnya seminggu atau dua minggu sebelum disahkannya UU Otonomi
tersebut, tetapi harap dicatat: disaat panitia sudah terlena dan
terkesan tidakada kegiatan hampir 2.5 tahun, maka pernahlah
bertemu/berkumpul beberapa orang pada tanggal 19 Februari 2007 untuk
mengingatkan dalam hati masing-masing bahwa ada pekerjaan yang tertunda
yang harus diteruskan, at yang hadir : Bpk. Ama Surya Daeli (alm), Ama
Valen Zebua, Ama stefi Hia, Firman Jaya Daeli, Ama Moses Maruhawa, Arna
Kristian Lase, Yosia Halawa, kemudian rapat BPP Kanisbar di kantor Sdr
ama Javier Hia di DDN dan seterusnya diadakan pertemuan masyarakat Nias
Barat di Hotel Mercure di Jl. Hayam Wuruk berssama BRR-Perwakilan Nias.
Pada waktu itulah Bapak Firman Jaya Daeli, menggandeng/menuntun pimpina
Komisi II yaitu Bpk. Fachrudin bersama anggota DPR RI dari Fraksi PDIP
mengikuti pertemuan tersebut yang selanjutnya dari Fraksi PDIP tersebut
mengemban tugasnya untuk membantu terjadinya pemekaran kabupaten Nias
Barat bersama-sama fraksi lain.
Bapak/Ibu, sdra/I, yannn terkasih dalam
Kristus Yesus, tidaklah berlebihan bilamana masyarakat Nias Barat
berterima kasih juga kepada Bupati Nias, dalam pemekaran ini, karena
beliau telah melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah (seperti kepala
daerah lain) yang mendukung pemekaran ini, karena beliau juga menyadari
dan merasakan denyut jantunnng masyarakat Nias Barat yang tidak pernah
berhenti, memimpikan, memperjuangkan dan bertekad bulat untuk
mewujudkanKabupaten Nias Barat. Oleh karena itu, yang layak menjadi
pejuang pemekaran (apapun namanya) bukan siapa-siapa tetapi masyarakat
Nias Barat itu sendiri, namun diakui atau tidak diakui, dari awal
perjuangan pemekaran ini dari tahun 2003 sampai diparipurnakanya UU
Otonomi tersebut, ada putra Nias Barat yang tidak pernah meninggalkan
perjuangan ini yang selalu mendorong menuntun panitia dikala hampir
putus asa, hal ini biarlah sejarah yang mencatat karena tUhan telah
menggunakannya sebagai saluran berkat bagi masyarakat Nias secara umum
dan Nias Barat secara khusus.
Disadari atau tidak disadari, selama
perjuangan ini banyak hal-hal yang timbul baik suka maupun duka, lebih
dari itu mungkin banyak kesalahfahaman diantara kita semua, khususnya
masyarakat Nias Barat iotu sendiri, ada perbedaan pandapat, ada
ketersingungan, ada sikap/tingkah laku, bicara yang tidak berkenan bagi
sesame, saya melihat itu timbul karma semangat yang berbeda-beda dan
bahkan saya anggap itu adalah romantika perjuangan, maka malam ini mari
kita tanggalkan semuanya, mari kita bergandengtangan, menyongsong dan
membangun Nias Barat yang lebih baik, baik kesejahteraan maupun
persatuan diantara kita. Kita wujudkan hal itu, mari kita
bersalam-salaman, saling memaafkan, Orang Besar mampu memaafkan, karena
“memaafkan (mungkin) tidak memperbaiki masa lalu tetapi pasti
mem-perindah masa depan. Dalam perjuangan ini terlihat kekompakan
masyarakat Nias Barat mauppun Panitia seperti seni dalam olahraga
sepakbola, semua berperanan dalam satu tim, seorang pemain besar tidak
merepuk dada tetapi selalu mengutamakan tim dan kedepan telah terpampang
Kabupaten Nias Barat yang harus diisi, maka saya rasa alangkah indahnya
kalau semua komponen masyarakat terlihat dalam pembangunan biarlah
sebuah simfony merdu dalam sebuah orkestra, karena semuanya mempunyai
peranan walaupun bunyi dan suara masing-masing berbeda-beda, maka sangat
menggugahlah moto yang akhir-akhir ini sering kita dengar “Besatu Dalam
Damai, Bersama dalam Perbedaan“
Bapak/Ibu, sdra/I yang terkasih dalam
Tuhan Yesus Kristus, acara Syukuran , Natal & Tahun Baru Masyarakat
Nias Barat se-Jabodetabek ini, adalah pertama sekali dilaksanakan, dan
Panitia mengangkat Thema : Bersyukurlah, sebab Dia milikmu dan dengan
sub thema: Denagn semangat Natal, marilah kita memiliki karakter Kristus
dalam membangun Nias Barat, sebab Dia milikmu. Mari kita bersyukur
karena Tuhan begitu baik bagi kita, Ia menjadi manusia karena Ia milik
kita, mari kita memasuki Natal denga hati terbuka karena Juruselamat
telah datang bagi kita, maka kia sewajarnya memiliki karakter dari Yesus
yang senantiasa mengasihi kita semua dan memberi kita damai sejahtera.
Sebelum saya akhiri semua laporan ini,
sekali lagi Panitia mengucapkan selamat datang kepada kita semua,
sembari berterima kasih atas kehadirannya dalam mengikuti acara demi
acara sampai selesai dan berpisah di tempat ini, secara pribadi saya
ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan panitia yang dengan semangat
yang tulus membantu terlaksananya acara ini, demikian juga kepada
seluruh penasehat yang tidak henti-hentinya memberi semangat dan
dorongan kepada kami sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,
demikian juga tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak
yang terlibat dalam mensukseskan acara ini, bagi paduan suara/koor,
vocal group, artis ibu kota dan lebih-lebih kepada bapak Pendeta
Pengkhotbah, seluruh hamba Tuhan yang melayani sidang jemaat ditempat
ini, namun panitia juga menyadari kekurangan kami dalam melayani
bapak/ibu/sdra/I sekalian, kalau selama persiapan panitia, lebih-lebih
selama acara ini berlangsung ada kesilafan, ada kesalahan kami, maka
denga segala kerendahan hati kami dari panitia dan secara pribadi
memohon maaf sebesar-besarnya dari bapak/ibu, sdra/i sekalian.
Panitia merasakan sukacita yang sangat
berarti atas kehadiran bapak/ibu sekalian terutama Majelis dan pengurus
Gereja BNKP, Gereja ONKP, Gereja Amin, Gereja BKNPI, IWKN dll, juga
kepada rekan -rekan BPP Kanira, BPP Kota Gunung Sitoli, HIMNI,
FKNO,HKNB, IKMNT dan seluruh organisasi masyarakat Nias se-Jabodetabek
termasuk organisasi/paguyuban dan wadah masyarakat Nias Barat di
Jabodetabek dengan acara syukuran ini kita bisa bersama-sama mengucap
syukur dan bersuka cita karena kita dipersatukan melalui kelahiran Yesus
Kristus Juruselamat dan yang telah memberkati Nias Barat dengan
terbentuknya Kabupaten Nias Barat.
Terima kasih, Tuhan Memberkati “Selamat
atas terbentuknya Kabupaten Nias Barat, Selamat Natal 2008 dan Selamat
tahun Baru 2009″ Yaahowu!!!
Faahakhododo Maruhawa, SE
(Ama Moses Maruhawa)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar